ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL, KONSEP MATERIALITAS, DAN PROSEDUR PENILAIAN RISIKO SALAH SAJI YANG MATERIAL DALAM LAPORAN KEUANGAN
Keywords:
Pengendalian Internal, Materialitas, Penilaian RisikoAbstract
Abstract
In performing their duties, auditors often encounter issues of materiality and uncorrected errors, especially errors that are left uncorrected by the preparer of the financial statements. From the perspective of external auditors, this phenomenon is known as “uncorrected errors.” Materiality and uncorrected errors have a close relationship. Considerations of “material/immaterial” are often influenced by other factors, notably financial statement submission deadlines and the desire to reduce the cost of the report preparation process. The concept of “materiality” has a high degree of subjectivity, and often materiality considerations are used as an excuse to justify ignoring errors, even for deliberate errors. Accountants who prepare financial statements should not sacrifice accuracy and reliability for reasons of relevance (timeliness). Accountants preparing financial statements are expected to be able to use materiality considerations professionally without reducing the reliability and timeliness of the report.
Keywords: Internal Control, Materiality, Risk Assessment
Abstrak
Dalam menjalankan tugasnya, auditor sering menghadapi isu materialitas dan kesalahan yang tidak diperbaiki, terutama kesalahan yang dibiarkan tanpa koreksi oleh penyusun laporan keuangan. Dari perspektif auditor eksternal, fenomena ini dikenal sebagai "kesalahan tak terkoreksi." Materialitas dan kesalahan tak terkoreksi memiliki hubungan yang erat. Pertimbangan mengenai "material/tidak material" sering dipengaruhi oleh faktor- faktor lain, terutama batas waktu penyerahan laporan keuangan dan keinginan untuk mengurangi biaya proses penyusunan laporan. Konsep "materialitas" memiliki tingkat subyektivitas yang tinggi, dan seringkali pertimbangan materialitas digunakan sebagai alasan untuk membenarkan pengabaian kesalahan, bahkan untuk kesalahan yang sengaja dilakukan. Seharusnya, akuntan yang menyusun laporan keuangan tidak mengorbankan akurasi dan keandalan untuk alasan relevansi (ketepatan waktu). Para akuntan penyusun laporan keuangan diharapkan mampu menggunakan pertimbangan materialitas secara profesional tanpa mengurangi keandalan dan ketepatan waktu laporan.
Kata Kunci: Pengendalian Internal, Materialitas, Penilaian Risiko
